Rumah Fisika Online

RUMAH FISIKA ONLINE : BELAJAR FISIKA SECARA ASYIK DAN MENYENANGKAN

LightBlog

Senin, 30 Desember 2019

BESARAN DAN SATUAN

PENDAHULUAN


Sumber : https://youtu.be/oAtDAoqdExw

Sistem pengukuran yang akurat dan konsisten adalah kebutuhan kita semua. Kebayang gak kalo kita mau beli bensin terus ditanya sama penjualnya, "mau berapa botol ?" terus kita bilang satu botol aja sambil melotot. Kemudian si penjual datang bawa botol Y*u C. Dijamin melototnya tambah lebar ....hehe.

Di Indonesia, pengendara motor membeli bensin dengan satuan liter, beras dijual per kilogram dan perhiasan emas dijual per gram. Tanpa pengukuran yang konsisten dan jujur, perdagangan dunia tentu akan kacau.

Ketika orang Mesir kuno membangun piramida, mereka mengukur batu dengan menggunakan dimensi tubuh. Jarak kecil diukur dalam "digit" (lebar jari) dan jarak yang lebih jauh dalam "hasta" (panjang dari ujung siku ke ujung jari tengah; 1 hasta = 28 digit). Bangsa Romawi yang terkenal dengan pembangunan jalannya mengukur jarak dalam "langkah". Para arkeolog telah menemukan jalan Romawi kuno dan menemukan "mil" -stones menandai setiap 1.000 langkah (mil adalah bahasa Latin untuk 1000). Denmark dikenal dengan pelautnya dan ketertarikan mereka terhadap kedalaman air di pelabuhan. Mereka mengukur dengan satuan "depa" (jarak dari ujung jari tengah di satu sisi ke ujung jari tengah di sisi lain) sehingga navigator dapat dengan mudah memvisualisasikan berapa banyak kapal yang akan berlabuh. Di Inggris jarak didefinisikan dengan mengacu fitur tubuh raja. "yard" adalah lingkar pinggangnya, satu "inchi" adalah lebar ibu jari, dan "kaki" adalah panjang kakinya. 



sumber gambar : https://www.thoughtco.com/

Di Indonesia sendiri banyak satuan daerah yang masih digunakan. Di Palembang misalnya, emas diperjualbelikan dengan satuan "suku" (1 suku = 6,7 gram) sedangkan ikan diperjualbelikan dalam satuan "mato" (1 mato = 1 ons).

sistem besaran dan satuan yang digunakan berbeda antara satu wilayah dengan wilayah yang lain, maka para ilmuwan lebih memilih untuk menggunakan sistem metrik. Sistem metrik sekarang adalah sistem pengukuran yang wajib digunakan di setiap negara di dunia kecuali Amerika Serikat, Liberia dan Burma (Myanmar). Pada tahun 1960, sebuah konferensi internasional dipanggil untuk membakukan sistem metrik. Sistem Satuan Internasional (SI) dibakukan di mana semua satuan pengukuran didasarkan pada tujuh besaran pokok.
    
Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka, misalnya panjang, luas, volume, dan kecepatan. Warna, indah, cantik bukan termasuk besaran karena ketiganya tidak dapat diukur dan dinyatakan dengan angka.

Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari besaran lain. Ada tujuh besaran pokok dalam Satuan Internasional (SI), seperti dalam tabel di bawah ini.

No.
Besaran pokok
Satuan SI
Singkatan
Alat ukur
1.
Panjang
meter
m
mistar
2.
Massa
kilogram
kg
neraca
3.
Waktu
sekon
s
stopwatch
4.
Suhu
kelvin
k
termometer
5.
Kuat arus
ampere
a
ampermeter
6.
Jumlah molekul
mole
mol

7.
Intensitas cahaya
candela
cd


Sistem metrik menyederhanakan pengukuran dengan menggunakan satuan dasar tunggal untuk setiap kuantitas besaran dan dengan membangun hubungan desimal antara berbagai satuan dengan jumlah yang sama. Misalnya, meter adalah satuan dasar dari panjang dan satuan lain yang diperlukan adalah kelipatan sederhana atau sub-kelipatan : 

 1 meter = 0,001 kilometer = 1,000 milimeter = 1.000.000 mikrometer = 1000000000 nanometer 
Tabel 1 menunjukkan awalan dan simbol SI.
Faktor
Bentuk panjang
Awalan
Simbol
1018
1.000.000.000.000.000.000
exa
E
1015
1.000.000.000.000.000
peta
P
1012
1.000.000.000.000
tera
T
109
1.000.000.000
giga
G
106
1000.000
mega
M
103
1.000
kilo
k
102
100
hecto
h
101
10
deka
da
100
1


10-1
0.1
desi
d
10-2
0.01
centi
c
10-3
0.001
milli
m
10-6
0.000 001
mikro
μ
10-9
0.000 000 001
nano
n
10-12
0.000 000 000 001
piko
p
10-15
0.000 000 000 000 001
femto
f
10-18
0.000 000 000 000 000 001
atto
a

Selain besaran pokok, terdapat juga besaran turunan. Besaran turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari besaran pokok. Lihat contoh berikut :

No.
Besaran turunan
Besaran pokok
Satuan
1.
Luas           
panjang x lebar
m2
2.
Volume
panjang x lebar x tinggi
m3
3.
Kecepatan
Jarak / waktu
m/s

Pengukuran dan alat ukur
Pengukuran adalah membandingkan besaran yang diukur dengan besaran sejenis yang ditetapkan sebagai satuan.

1. Pengukuran Panjang
Ada tiga alat ukur panjang yang umum digunakan, mistar, jangka sorong, dan mikrometer sekrup.
No
Alat ukur panjang
Ketelitian
Penggunaan
1.
Mistar
0,1 cm
Mengukur panjang, misalnya panjang meja atau pensil
2.
Jangka sorong
0,01 cm
Mengukur diameter dalam dan luar, misalnya pada cincin
3.
Mikrometer sekrup
0,001 cm
Mengukur diameter luar dan ketebalan yang sangat tipis, misalnya tebal uang logam atau kertas

1. Pengukuran massa dan waktu
Massa diukur dengan neraca. Neraca yang biasa dipakai di laboratorium adalah neraca tiga lengan. Selang waktu secara prinsip dapat diukur oleh kejadian yang berulang secara teratur, misalnya detak jantung, getaran pegas, rotasi bumi, dan revolusi bumi. Selang waktu singkat seperti catatan waktu lomba lari dengan stopwatch. Stopwatch analog memiliki ketelitian 0,1 sekon dan stopwatch digital memiliki ketelitian 0,01 sekon.


2. Pengukuran luas dan volume
Pengukuran luas termasuk pengukuran tidak langsung. Luas benda dapat diukur dengan menggunakan rumus. Misalnya, luas segitiga = ½ x alas x tinggi, luas kubus = sisi x sisi, luas lingkaran = pr2. Satuan SI untuk luas adalah m2.
Pengukuran volume benda yang teratur dapat ditentukan secara tidak langsung dengan menggunakan rumus. Misalnya, volume balok = panjang x lebar x tinggi, volume kubus = sisi x sisi x sisi, volume silinder = pr2t. Volume benda padat yang bentuknya tidak teratur harus diukur secara langsung dengan menggunakan: sebuah gelas ukur atau pasangan gelas ukur dan gelas berpancuran. Satuan SI untuk volume adalah m3, walau yang sering dijumpai adalah cm3.



Jangka Sorong
Skala Utama dan Skala Nonius
Jangka sorong memiliki batas ketelitian 0,1 mm, artinya ketepatan pengukuran dengan alat ini sampai 0,1 mm terdekat.

Jangka sorong memiliki dua macam skala :

- SKALA UTAMA dalam satuan cm.
- SKALA NONIUS dalam satuan mm.


sumber : https://pendidikan.co.id/

Membaca skala jangka sorong
Cara membaca skala jangka sorong


sumber : https://idschool.net/
Mula-mula perhatikan skala nonius yang berimpit dengan salah satu skala utama. Hitunglah berapa skala hingga ke angka nol. Pada gambar, skala nonius yang berimpit dengan skala utama adalah 4 skala. Artinya angka tersebut 0,4 mm. Selanjutnya perhatikan skala utama. Pada skala utama, setelah angka nol mundur ke belakang menunjukkan angka 4,2 cm. Sehingga diameter yang diukur sama dengan 4,2 cm + 0,4 mm = 4,24 cm.

Mikrometer Sekrup
Komponen Mikrometer Sekrup
Mikrometer memiliki ketelitian sepuluh kali lebih teliti daripada jangka sorong. Ketelitiannya sampai 0,01 mm.

Mikrometer terdiri dari :

- Poros tetap
- Poros geser / putar
- Skala utama
- Skala nonius
- Pemutar
- Pengunci


sumber : https://4.bp.blogspot.com/

Skala Mikrometer Sekrup
Skala pada mikrometer dibagi dua jenis:
  1. Skala Utama, terdiri dari skala : 1, 2, 3, 4, 5 mm, dan seterusnya. Dan nilai tengah : 1,5; 2,5; 3,5; 4,5; 5,5 mm, dan seterusnya.
  2. Skala Putar
  3. Terdiri dari skala 1 sampai 50
  
Cara Menggunakan Mikrometer Sekrup
  1. Pastikan pengunci dalam keadaan terbuka
  2. Buka rahang dengan cara memutar ke kiri pada skala putar hingga benda dapat masuk ke rahang.
  3. Letakkan benda yang diukur pada rahang, dan putar kembali sampai tepat.
  4. Putarlah pengunci sampai skala putar tidak dapat digerakkan dan terdengar bunyi 'klik'.
Cara Membaca Mikrometer Sekrup
Pembacaan mikrometer sekrup dilakukan pada dua bagian, yaitu di skala utama dan di skala nonius atau Vernier. Skala utama dapat dibaca di bagian sleeve dan skala nonius dapat dibaca di bagian thimble.
Sumber gambar: miniphysics.com
Pada contoh pengukuran di atas, cara membaca mikrometer sekrup tersebut adalah :
1.     Untuk skala utama, dapat dilihat bahwa posisi thimble telah melewati angka “5” di bagian atas, dan pada bagian bawah garis horizontal telah melewati 1 strip. 0.5mm. Artinya, pada bagian ini didapat hasil pengukuran 5 + 0.5 mm = 5.5 mm. Pengukuran juga dapat dilakukan dengan prinsip bahwa setiap 1 strip menandakan jarak 0.5mm. Dikarenakan terlewati 5 strip di atas garis horizontal dan 6 strip di bawah garis horizontal, maka total jarak adalah (5+6) x 0.5mm = 5.5mm

2.     Pada bagian kedua, terlihat garis horizontal di skala utama berhimpit dengan angka 28 di skala nonius. Artinya, pada skala nonius didapatkan tambahan panjang 0.28mm
3.     Maka, hasil akhir pengukuran mikrometer sekrup pada contoh ini adalah 5.5 + 0.28 = 5.78mm. 

Hasil ini memiliki ketelitian sebesar 0.01 mm.


13 komentar:

  1. Assalamu'alaikum...
    Bu saya ingin bertanya..apakah jumlah molekul dan intensitas cahaya bisa dihitung menggunakan alat? Terima kasih bu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk jumlah zat, belum ada alat ukur yang dapat mengukur secara baku. Oleh karena itu, jumlah zat harus dihitung secara manual. Alurnya yaitu : menetapkan rumus kimia, melihat nomor atom unsur, menghitung massa atom senyawa, Menghitung jumlah mol, langkah terakhir Mengalikan mol dengan konstanta avogadro.
      Untuk alat ukur intensitas cahaya dapat digunakan lightmeter

      Hapus
  2. Mengapa dalam mengukur kita harus menggunakan Satuan Internasional padahal kita sudah terbiasa denga satuan sederhana, Seperti kilan, jengkal dll

    BalasHapus
    Balasan
    1. Agar apa yang kita ukur di wilayah/tempat kita juga dimengerti oleh orang di wilayah lain, terutama untuk masalah perdagangan (ekonomi)

      Hapus
  3. Ini buk bagaimana cara menentukan besaran termasuk besaran skalar dan besaran vektor

    BalasHapus
    Balasan
    1. besaran skalar mempunyai nilai(angka) saja, tetapi besaran vektor selain mempunyai nilai(angka) juga punya arah, misal Seseorang yang mempunyai MASSA 50 Kg artinya mempunyai BERAT 500 N. besaran GAYA BERAT,termasuk besaran vektor karena mempunyai arah (KE BAWAH) dan nilai (500 N), tetapi massa termasuk besaran skalar karena hanya mempunyai nilai(angka)saja (50 Kg).

      Hapus
  4. Assalamu'alaikum Bu, saya ingin bertanya. Apa fungsi skala nonius di jangka sorong? Dan mengapa jika menghitung hasil tanpa ikut menjumlahkan skala nonius nya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa alaikum slm. Fungsi skala nonius adalah untuk membantu mengatasi masalah ketelitian benda yang kita ukur. Semakin kecil NST (Nilai Skala Terkecil), maka semakin teliti pengukuran yang kita lakukan

      Hapus
  5. Bismillah sya ingin bertanya mengapa skala nonius dipakai di jangka sorong dan mikrometer sekrup?? terimakasih bu

    BalasHapus
  6. Mengapa balon yg ditiup tidak bisa terbang sedangkan balon yang diisi gas helium dapat terbang??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena Helium lebih ringan dari udara. Helium memiliki berbagai sifat unik seperti titik didih rendah, kepadatan rendah, kelarutan yang rendah, konduktivitas termal tinggi, dan tidak reaktifBalas

      Hapus